Pusaran Masa Lalu


Harus diakui kau begitu kuat mencengkram otakku, angin dan suasana baru tak cukup mampu untuk mengusirnya. Aku hanya mampu menikmati pusaran ini senyaman mungkin, berusaha tidak berontak.

Pusaran masa lalu membelaiku dengan mesra, melelapkanku pada cerita-cerita indah yang menyejukkan fikiran dari beberapa keruwetan suasana kota yang semakin memanas.

Malang, 07 Februari 2010

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.