Kau hanya meninggalkan jejak yang semakin tipis dimakan angin malam, aku tak begitu mampu untuk membacanya lantaran mataku mulai takut untuk membaui tetes perasaan yang semakin jelas merasuki duniaku. Akhirnya, harus juga aku menenuni tempat dudukku dengan alas kenyamanan untuk menunggui jejak tipis ini sampai kau kembali.
Malang, 07 Februari 2009