Segelas Air Mata

Malam dipenuhi hujan, ada kita dalam kamar percintaan. Saling bertatap, sama-sama mendekap diri dan ada segelas air mata di antara kita. Segelas yang tak tersentuh, hanya ada hampa yang mencoba menggodainya. Kita pun ikut hampa, bersama segelas air mata dan nafsu yang lugu penuh malu.
Segelas air mata telah bercampur keringat percintaan kita, dan kita mendiamkannya saja dengan air mata di pipi kita masing-masing.
Malang, 2009

Satu Respon untuk Segelas Air Mata

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.